BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bacalah pesan dari Kalbumu


Iqra’ (bacalah) denqan menyebut nama Allah sebagai pencipta Alam Semesta

Basmallah,
Bacalah,
Allah Azza Wajalla telah Menciptakan manusia dimulai dari segumpal darah. Iqra’ (bacalah), dan Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Telah mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam Illahi Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak Engkau ketahui (Q. Al ‘Alaq: 1-5)



Rasululllah SAW sebelum menerima wahyu, Saat itu beliau belum mengenal baca dan tulis.
Sedangkan Rasul diperintahkan oleh Allah Azza Wajalla melalui malaikat Jibril untuk memperbaiki ahklak manusia.

Namun, Rasulullah mempertanyakan kepada jibril, bagaimana mungkin Beliau bisa melakukan Perintah itu.
Sedangkan beliau tidak bisa membaca dan apalagi menulis ? Kemudian jibril membisikkan kepada Rasulullah Bacalah!

Di gua Hiralah itu wahyu pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Berupa firman Allah Azza Wajalla diawali dengan perintah untuk membaca (iqra’ bacalah).

Ada alasan kenapa Allah Azza Wajalla mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama berisi 3 (tiga) kata tersebut kepada Rasullullah SAW. Diturunkan sebagai pedoman hidup umat manusia. Didalamnya mencakup segala aspek yang sangat dibutuhkan agar manusia dapat selamat hidup di dunia, maupun di akhirat.

Ayat Allah Azza Wajalla pertama kali diturunkan adalah

Bacalah ;

 QS Al Alaq ayat 1-5 yang memiliki arti sebagai berikut:
1. Bacalah! Dengan (menyebut) nama Allah Azza Wajalla
2. Dia telah menciptakan manusia dimuka bumi ini dari segumpal darah.
3. Bacalah! Dan Allah Azza Wajalla Pengasih lagi Maha Pemurah
4. Yang mengajar manusia dengan (perantaraan) qalam (pena).
5. Mengajari manusia apa-apa saja yang belum diketahui.

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui mengapa Allah Azza Wajalla menurunkan ayat tentang;
Perintah membaca sebagai wahyu pertama. Yaitu, karena
Bacalah merupakan landasan keilmuan bagi Hamba

Malaikat Jibril bahkan mengulang ayat 'Iqra' itu berarti
Bacalah sampai diucapkan 3 kali, sebagai penegasan kepada Rasulullah SAW.

Padahal, kondisi masyarakat saat itu masih sangat jauh budaya membaca dan menulis. Dan di era trendy seperti sekarang ini, membaca buku fisik telah terganti teknologi.

Kini siapapun dapat membaca apapun dan dimanapun, hanya melalui ujung jari di smartphone, atau via layar di portable computer masing-masing.


Bacalah agar dirimu lebih dimuliakan merupakan pesan Wahyu langit kepada seluruh ummat manusia telah diciptakan akal dan pikiran.

Akal adalah pembeda manusia dengan binatang. Seumpama binatang diberikan akal, pasti mereka juga diperintahkan untuk membaca agar tidak tersesat dihutan belantara. Manusia adalah karya terbesar Tuhan diseluruh alam.

Mahakarya Allah Azza Wajalla tidak bisa jangkau oleh seorang manusia. Andai seluas gunung, langit dan bumi, maka tidak akan pernah habis kau tulis tentang kekuasaan Allah Azza Wajalla begitu perumpamaan bagi orang-orang untuk menuntut ilmu.

Selain manusia adalah mahkluk yang sempurna diciptakan, Maka manusia harus menggunakan akalnya untuk mencapai Ridha Ilahi, pencapaian itu takkan terwujud tanpa ADA pembekalan ilmu pengetahuan.

Masalahkah kita tingkatkan budaya membaca?

Banyak orang mencari ilmu pengetahuan namun sering kali dihadapkan dengan masalah-masalah besar?

Namun belum menemukan solusinya baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kemalasan tersebut mendorong seseorang Hamba hidup apa adanya bukan apa-apanya.
Padahal sudah jelas bahwa “Allah akan meninggikan derajat bagi orang-orang telah beriman. Diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat.(QS Al-Mujadalah:11).

Malas membaca akan menjadikan pikiran seseorang menjadi tumpul artinya miskin akan ilmu pengetahuan.  Sehingga melahirkan tindakan yang tidak diinginkan seperti mencuri, memaki, dan perbuatan-perbuatan sangat dilarang Allah Azza Wajalla

(QS Al-Ankabut:43).
Selain itu, gejolak malas membaca juga mempengaruhi kesejahteraan ekonomi rakyat.

Pasalnya, mengukur sebuah negara maju seringkali melihatlah seberapa banyak Universitasnya, untuk melihat kualitas Universitas maka lihatlah perpustakaannya. Karena perpustakaan adalah sumber ilmu pengetahuan yang akan mengajak mahasiswa mencintai dunia membaca.

Untuk menjauhi kesan malas seperti itu maka kita perlu meningkatkan kualitas diri sebagai ummat manusia agar lebih mencintai ilmu pengetahuan berlandaskan dengan keyakinan. Sehingga kualitas diri bisa membentuk manusia secara tepat.

Bacalah adalah Solusi
Orang yang banyak membaca, maka pasti akan banyak tahu. Setelah tahu, maka Anda mudah untuk mencapai sesuatu
Seperti pepatah mengatakan ;

Orang malas membaca, maka akan dekat dengan kebodohan,
kebodohan akan dekat dengan kemalasan,
Kemalasan pasti dekat dengan kemiskinan.

Bacalah ,merupakan perintah khusus kepada manusia untuk mendalami ilmu pengetahuan.

Bangsa dan Negara menuntut kita agar lebih peka terhadap dunia, Dengan pengetahuan, kita bisa mengetahui dunia.

Bacalah ,mengajarkan kita bagaimana menghargai Alam Semesta Kita harus bisa berkembang menuju perbaikan, Melihat kondisi negeri ini masih pada garis masih perlu menemukan solusi tepat Bacalah Dunia Ilmu

Untuk menuntaskan ketertinggalan bangsa ini dengan negara lain maka
Ciptakan solusi perlu dilakukan secara bersama pertama meningkatkan budaya dan Kecerdasan Spiritual.

Bacalah tonggak Budaya Hal ini agar mendorong masyarakat mencintai dan selalu Bacalah melalui ketersedian informasi digital dalam gengaman

Bacalah sebagai Pola Asuh Keluarga lebih diutamakan.

Karena, untuk meningkatkan budaya bacalah harus dididik sejak usia dini.

Taburkanlah suatu pikiran, maka kamu akan menuai perbuatan.
Taburkanlah suatu perbuatan, maka kamu akan menuai kebiasaan.
Taburkanlah suatu kebiasaan, maka kamu akan menuai karakter.
Taburkanlah suatu karakter, maka kamu akan menuai takdir Illahi

Imajinasi Anda lebih tertantang,
Bacalah menjadi lebih fokus, dan buku fisik pun lebih awet serta memiliki history tersendiri saat dijadikan koleksi.

Bacalah, Bacalah, Bacalah Pesan dari Kalbumu Ya Rabb..
.
Bacalah Juga

Post a Comment

0 Comments