Macam Vaksin digunakan diIndonesia




Macam Vaksin digunakan diIndonesia untuk mengatasi wabah Covid-19 yang belum juga usai.

Untuk itu Uji klinik terhadap vaksin sebagai benteng pandemi tetap harus dilakukan sebagai penghambat lajunya kurva pandemi.

Memvaksin diri bukan untuk 100% bebas covid-19 tapi sebagian ikhtiar untuk tetap sehat.

Kenali macam vaksin detailnya...


Macam Vaksin 


Selain vaksin Covid-19 yang sudah digunakan seperti Sinovac dan AstraZeneca, vaksin Sinopharm dan CanSino juga segera digunakan di Indonesia dalam program vaksinasi gotong royong.

Total vaksin Covid-19 yang sudah tersedia di Indonesia, per Minggu (2/5/2021), telah mencapai lebih dari 73 juta dosis. 


Vaksin-vaksin tersebut dari berbagai produsen, seperti Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca. 

Namun, berbagai jenis vaksin virus corona, selain ketiga vaksin tersebut, juga segera tersedia di Indonesia. 

Puluhan juta dosis vaksin Covid-19 datang secara bertahap. Selain vaksin untuk program vaksinasi nasional, juga terdapat beberapa vaksin untuk digunakan dalam vaksinasi gotong royong.

 Vaksin gotong rotong yang akan digunakan antara lain Sinopharm, CanSino, dan Moderna. Berikut beberapa vaksin Covid-19 yang telah digunakan dan akan digunakan di Indonesia, beserta perbedaan vaksin. 

Macam Vaksin digunakan diIndonsia

1. Vaksin Sinopharm 

Selain Sinovac, Indonesia juga mendatangkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Beijing BioInstitute Biological Product, atau vaksin Sinopharm. 

Vaksin Covid-19 Sinopharm ini adalah salah satu vaksin Gotong Royong yang akan digunakan di Indonesia. 

Vaksinasi gotong royong merupakan pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati dan individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha.

Penerima vaksin tidak dipungut biaya atau gratis, sebab pembiayaan vaksin Covid-19 ini ditanggung oleh perusahaan. 

Vaksin Covid-19 Efektif Melawan Varian Baru Virus Corona 

Vaksin Sinopharm adalah salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan dalam tahap awal vaksinasi gotong royong yang dimulai pada Senin.

Vaksin China ini telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sama seperti Sinovac.

vaksin Sinopharm adalah vaksin yang dikembangkan dengan teknologi inactivated vaccine yang berasal dari virus corona SARS-CoV-2 yang dilemahkan. 

Disebut SARS-CoV-2 Vaccine atau Vero Cell, yang menggunakan partikel virus yang telah dimatikan untuk mengekspos kekebalan terhadap virus, tanpa menimbulkan risiko respons penyakit serius.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan bahwa vaksin Sinopharm aman digunakan dan telah memiliki izin penggunaan darurat yang diterbitkan pada 29 April 2021. 

Pengadaan vaksin Covid-19 Sinopharm di Indonesia ini sebanyak 7,5 juta dosis, dengan jumlah vaksin yang tersedia sebanyak 500.000 dosis.


Vaksin Covid-19 Sinopharm, 
Efikasi vaksin Sinopharm, menurut Kepala BPOM berdasarkan uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab, vaksin tersebut memiliki kemanjuran 78 persen. 

Efek samping vaksin yang umum dari penggunaan vaksin Covid-19 tersebut antara lain bersifat ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otor atau batuk. 

Suntikan dosis pertama dan kedua, jedanya disarankan antara tiga hingga empat minggu dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin Sinopharm untuk orang dewasa di atas 18 tahun.

2. Vaksin CanSino Vaksin 


Pada CanSino adalah vaksin pertama yang mengantongi hak paten oleh pemerintah China pada 11Agustus 2020 lalu. Vaksin Covid-19 buatan China ini, dibuat oleh CanSino Biologics. 

Penyediaan vaksin tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi gotong royong. 

Untuk program vaksinasi tersebut, pemerintah menyiapkan sebanyak 5 juta dosis vaksin CanSino.


Menurut BioFarma, produsen vaksin CanSino berkomitmen untuk mengirimkan 3 juta dosis vaksin antara Juli hingga September 2020. 

Vaksin CanSino hanya memerlukan satu suntikan atau satu dosis saja, dan dapat memberikan perlindungan atau efikasi vaksin sebesar 65-69 persen. 


Cara Kerjanya Vaksin ;


Walau keefektif an sekitar 68,83 persen mencegah Covid-19, namun peneliti vaksin di CanSinoBio menyarankan agar suntikan penguat dapat diberikan enam bulan kemudian. 

Suntikan penguat enam bulan kemudian menyebabkan tujuh kali hingga 10 kali lipat dalam meningkatkan antibodi penawar.

Jadi berharap bisa mencapai lebih dari 90 persen," Zhu Tao, kepala petugas ilmiah CanSinoBIO. 

Vaksin Covid CanSino juga menjadi vaksin Covid-19 pertama yang diberikan lampu hijau untuk disuntikkan pada kalangan militer China. 

Vaksin CanSino adalah vaksin vektor yang memuat antigen dari virus corona ada patogen penyebab flu yang tidak berbahaya yang disebut adenovirus.

Vaksin China tersebut tak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga disetujui di China, Pakistan, Hongaria dan Meksiko.


3. Vaksin Moderna

 Jumlah vaksinasi Covid-19 di Indonesia, data per 17 Mei 2021, vaksinasi 1 telah menjangkau lebih dari 13,8 juta penerima vaksin, dan vaksinasi kedua telah mencapai lebih dari 9,06 juta orang. 

Vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong telah dimulai hari ini.

Pada tahap pertama vaksinasi gotong royong, dua vaksin yang digunakan yakni 
  • vaksin Sinopharm dan CanSino. Selain kedua vaksin Covid-19.

Indonesia juga akan menggunakan vaksin Moderna.
    • Vaksin Covid-19 berbasis messenger RNA (mRNA) ini adalah vaksin buatan perusahaan Moderna asal Amerika Serikat. 
    • Vaksin mRNA ini dapat memberikan perlindungan dengan hingga 80,2 persen setelah satu dosis.

Sedangkan dua dosis vaksin Moderna, efikasi vaksin Covid-19 ini bisa mencapai 95,6 persen pada orang yang berusia 18 hingga 65 tahun. 

Pada penerima vaksin berusia di atas 65 tahun, efikasi vaksin Moderna menjadi 86,4 persen. Semua peserta uji coba fase tiga menerima dua dosis, dengan jeda 28 hari. 


4. Vaksin AstraZeneca 

Kendati sejak lama menimbulkan berbagai polemik, vaksin Covid-19 yang dikembangkan para peneliti di University of Oxford dan AstraZeneca dari Inggris, disebut memberikan manfaat dalam melindungi dari infeksi virus corona.

Laporan pembekuan darah setelah vaksin ini disuntikkan, banyak disampaikan sejumlah negara. Beberapa negara pun menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. 

Vaksin ini dikembangkan berbasis vektor adenovirus simpanse. Virus yang biasa menginfeksi simpanse, dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan infeksi parah terhadap manusia. 

Vaksin vektor adenovirus telah dikembangkan sejak lama, khususnya untuk melawan malaria, HIV dan Ebola.


Untuk  cegah Kematian Efikasi vaksin AstraZeneca menawarkan perlindungan hingga 64,1 persen setelah satu dosis suntikan, dan 70,4 persen setelah suntikan kedua.

5. Vaksin Sinovac Inactivated vaccine 

Pada Sinovac adalah vaksin Covid-19 pertama yang digunakan di Indonesia. 

Vaksin ini dibuat dari partikel virus corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2 yang dimatikan.

Selanjutnya, vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus corona, tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius. 

Metode inactivated virus, bukanlah teknologi baru dalam pengembangan vaksin.

Sebab, metode ini juga sering digunakan dalam pen gembangan vaksin lain, seperti vaksin polio dan flu.

Sementara kemanjuran vaksin yang disebut CoronaVac ini, berdasarkan uji klinis fase 3 di Indonesia menunjukkan efikasi vaksin Covid-19 sebesar 65,3 persen. 


Semoga artikel review ini bermamfaat . Temukan detailnya dalam situs resmi covid-19 

Mencegah itu lebih baik dari mengobati .


Salam sehat 

Posting Komentar

Terima kasih, Anda sudah berkomentar dan berkunjung ... salam

Lebih baru Lebih lama