Fakta Sejarah Al Khawarizmi Tokoh Matematikawan Islam

Sejarah mencatat bahwa Al Khawarizmi adalah merupakan tokoh  ilmuwan sekaligus matematikawan terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia. 

Dari tangan Beliaulah yang lahirnya  gagasan dan menyusun teori-teori dasar dari Aljabar dan Algoritma, pencetus angka nol dan mengenalkan sistem notasi desimal dan tanda pengkalian dua sebagaimana digunakan sekarang.

Mulailah mengenalnya sebagai penemu matematika


Biografi Al Khawarizmi

Patung Al Khawarizmi

Al Khawarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad ibn Musa Al Khawarizmi, beliau dilahirkan di kota Khawarizm sekarang dikenal dengan kota Khiva Uzbekistan pada tahun 770 M dan wafat sekitar tahun 840 M. Al Khawarizmi juga dikenal di benua Eropa atau barat dengan sebutan Algorizm, Algorism, Algorismi dan lain sebagainya. Keluarga Al Khawarizmi merupakan keluarga yang sudah lama menetap di Khawarizm, akan tetapi ketika beliau kecil bersama keluarganya berpindah ke selatan kota Baghdad.


Fakta sejarah Al Khawarizmi Tokoh Matematikawan Islam


Di kota Baghdad inilah Al Khawarizmi tumbuh besar dan banyak menghabiskan waktunya. Di kota Baghdad pula Al Khawarizmi memperdalam pengetahuan dan melakukan berbagai penelitian, sehingga beliau terus berkembang dan semakin populer sebagai ilmuwan Muslim yang banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Al Khawarizmi hidup di tengah masa khalifah Al Mahdi dan Musa Al Hadi, ketika beliau kecil. Masa khalifah Harun Al Rasyid beliau alami ketika beranjak dewasa, dimana beliau sudah mulai diangkat sebagai pegawai khalifah untuk keperluan pengembangan ilmu pengetahuan. Al Khawarizmi ketika berada di masa emasnya hidup di masa khalifah Al-Makmun. Menjelang wafatnya beliau hidup di masa khalifah Al Mu’tashim dan Al Watsiq.

Al Khawarizmi mulai populer dan berada di puncak emasnya sebagai ilmuwan terkemuka ketika berada di masa pimpinan khalifah Al Makmun. Pada masa khalifah Al Makmun perkembangan ilmu pengetahuan di tanah Arab sedang berada di masa jayanya dengan mendukung penerjemahan buku ilmu pengetahuan yang dimulai dari masa khalifah Al Mansur.

Berbagai buku-buku ilmu pengetahuan di datangkan dari berbagai daerah dan peradaban ke kota Baghdad untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Pada masa khalifah Al Makmun kemudaian membangun Baitul al Hikmah sebagai pusat pendidikan dan untuk menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan translasi buku ke dalam bahasa Arab.

Khalifah Al Makmun sendiri sangat mengagumi kecerdasan Al Khawarizmi, sehingga Al Khawarizmi banyak ditugaskan untuk belajar dan melakukan peneliian termasuk belajar bahasa Sansekerta. Banyak karya penelitian dari Al Khawarizmi yang dipublikasikan termasuk beliau juga berhasil menyempurnakan karya tulis Ptolemeus di bidang Geografi yang berasal dari ilmuwan Yunani. Beliau juga berhasil menyusun tabel dan ringkasan astronomi India dan Yunani beserta penambahan teori berdasarkan hasil penelitiannya. Tabel yang disusun oleh Al Khawarizmi menjadi terkenal di dunia Barat setelah ditranslasikan kembali oleh Adelard.

Al Khawarizmi banyak mendapatkan pengakuan sebagai seorang ilmuwan yang tidak hanya ahli dalam bidang matematika, namun juga di bidang geografi, astronomi, astrologi bahkan di bidang seni.

Pengaruh Al Khawarizmi Terhadap Ilmu Pengetahuan

Pengaruh Al Khawarizmi terhadap perkembangan ilmu


Banyak gagasan dan hasil pemikiran beliau memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Al khawarizmi merupakan penemua utama konsep aljabar yang ditulis dalam buku al-jabr. Selain itu beliau juga memberikan dampak pada beberapa bahasa dengan menggunakan aljabar sebagai konsep matematika yang ditemukannya. Selain itu kata Algoritma yang kita kenal sekarang, berasal dari nama beliau karena beliau di belahan barat dikenal dengan sebutan Algoritmi.

Bidang Matematika

Selain Algoritma, teori Aljabar, penjumtahar, pemulihan juga merupakan hasil pemikiran dan penelitian Al Khawarizmi. Nama Aljabar sendiri diambil dari bukunya yang terkenal, yaitu Al-Jabr wa al Muqabilah. 

Beliau mengembangkan tabel rincian trigonometri  yang memuat fungsi sinus,
cosinus, tangen, dan kotangen serta konsep diferensiasi. Tak hanya itu di cabang ilmu ukur, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal. Al Khawarizmi jugalah yang mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmatika dan sistem desimal.

Banyak ilmuwan Barat yang menyatakan kekaguman dan pujiannya kepada Al-Khawadzmi. Seperti yang diungkapkan oleh Phillip K Hitti, menyebut Khawarizmi sebagai tokoh utama daan paling penting dalam sejalah awal matematika.

Bidang Astronomi dan Geografi

Tim astonom pimpinan Al-Khawarizni juga berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Penelitian pengukuran ini dilakukan di Sanjar dan Palmyra, hasilnya, 56,75 Mil Arab sebagai panjang derajat meridian. Menurut CA Nollino, ukuran ini hanya selisih 2,877 kaki dari ukuran garis
tengah bumi yang sebenamya. Sebuah perhitungan luar biasa yang bisa dilakukan pada zaman saat itu. Al Khawarizmi juga  menyusun sebuah buku tentang perhitungan waktu berdasarkan bayang bayang matahari. Beliau juga menerjemahkan sebuah tabel perhitungan dari India, Siddhanta, yang berbahasa Sansekerta yang diterjematrkan ke dalam bahasa Arab dan diulasnya dengan baik.

Bukunya yang berjudul Siratul Ard atau peta dunia menjadi dasar dari ilmu bumi Arab yang dijadikan model oleh ahli geografi barat untuk menggambar peta dunia. Pada bidang geografi, Al-Khawarizmi membuat koreksi-koreksi mendasar pada hasil pemikiran filsuf Yunani tentang geografi.

Kesimpulan

Al Khawarizmi dikenal sebagai seorang tokoh matematika besar  dan Muslim banyak mempengaruhi  peradaban dunia. Meski namanya dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang matematika, sebenarnya beliau juga ahli dalam bidang yang lain. 

Al Khawarizmi juga seorang astronomi, beliau juga seorang yang ahli dalam ilmu geografi dan segala seluk-beluk tentang tanah dan bumi. Selain terkenal dengan teori Algoritmanya. Beliau juga tercatat sebaga seorang yang membangun teori-teori matematika lain, diantaranya Aljabar.

Salah satu kelebihan dari beliau adalah, beiau tidak hanya mengenali satu hal sebagai subjek saja, akan tetapi beliau mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam subjek tersebut serta pendekatannya yang bersifat sistematis dan logis. 

Oleh karena itu, pengaruhnya terhadap perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah.


Bacalah Juga

Komentar