BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Sudahkah Milennial Melek Investasi masa depan

Kamu

Sudahkah Milennial  Melek Investasi masa depan.   
Untuk itu Kawula muda diajak untuk mengisi waktu untuk menganalisa sebuah perusahaan untuk investasi, belajar bisnis melalui berbagai channel seperti yang tersebar di dunia maya saat ini. 



Berbagai para Enterpreneur seperti alumnus Prasetiya Mulya Billy Latif mendorong kalangan milenial memanfaatkan waktu untuk selalu belajar dan berani mencoba hal baru. 

Kita sebagai kawula muda bisa menjadi pribadi one step ahead.
Billy kemudian menjelaskan bahwa perjalanannya menjadi seorang investor dimulai sejak usia 18 tahun. 

Dia menyampaikan anak muda memiliki kelebihan dalam melakukan investasi pada hal yang paling berharga yakni waktu. 
Ia menyebutkan, menabung saja tidak cukup dan investasi perlu dilakukan untuk mengejar inflasi.

Wealth Management Head Bank OCBC NISP, Juky Mariska, menambahkan, pelajaran berharga dari masa remaja yang didapat bahwa menabung dan investasi harus dilakukan sedini mungkin. 

Dengan penekanan bahwa investasi perlu dilakukan untuk membantu generasi muda mencapai aspirasi keuangannya.

Untuk membantu generasi milenial berani mulai berinvestasi.
Ini tips berinvestasi bagi generasi milennial.

1.  Dimulai dengan menentukan tujuan investasi sebelum melakukan investasi, sebaiknya ketahui tujuan kita untuk melakukan investasi. 
Tujuan ini harus dibedakan menjadi tujuan jangka pendek, misalnya untuk membeli mobil atau tujuan jangka panjang, misalnya membeli rumah.

2. Lakukan dengan encari produk investasi yang cocok dengan kondisi finansial dan mental.
Dalam menentukan produk atau partner untuk berinvestasi dengan melakukan analisa yang mendalam mengenai perusahaan yang ingin diinvestasikan dengan melihat dari laporan keuangannya, public expose.


3. Belajar menyesuaikan risk dan return. 
Kamu juga harus memahami risiko yang dimiliki oleh produk-produk investasi tersebut. 
Ada dua resiko dalam berinvestasi, yaitu resiko agresif dan risiko konservatif. 
Pada tahap ini kita sebaiknya memikirkan apakah return yang kita terima sesuai dengan risk yang kita berikan.


4. Memiliki keberanian dan membuat strategi mulai berinvestasi bisa dilakukan secara perlahan. 

Contohnya untuk pemula dengan profil resiko moderate bisa mencoba mengalokasikan 50 persen ke reksadana saham dan yang sisanya bisa dibagi ke obligasi pemerintah dan deposito.


5. Melakukan review secara berkala pastikan untuk melakukan review terhadap keputusan investasi setiap 3 atau 6 bulan sekali dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tren keuangan yang sedang terjadi. 


Nah sedikit tips para pakar sesuaikan dengan kaedah Agama, Ada investasi yang mengandung riba .

Baca info selanjutnya 

Nara sumber; Media keuangan

  

Bacalah Juga

Post a Comment

0 Comments