Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara mengetahui Jenis Bank berdasarkan fungsinya



Walau Anda dikatagorikan orang awam dalam perbankan. Tapi Anda harus mempunyai cara mengetahui Jenis Bank berdasarkan fungsinya.

Layanan apa saja diBank jika tidak tahu tentang jenis bank yang ada diIndonesia.

Bertanya supaya tidak sesat dijalan, seperti keperluan pencarian dana Bansos yang disalurkan lewat bank yang ada didaerah Anda seperti keperluan UMKM Anda .


Katagori Bank 

terdiri dari 

A. Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kunci dan perbedaan di bank umum adalah bisa memberikan jasa dalam lalu lintas pefungsinyambayaran.


B. BPR

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum karena BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian.

C. Bank Sentral

Bank sentral bukan jenis bank biasa. Secara umum, Bank Sentral merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam perekonomian, terutama di bidang moneter, keuangan, dan perbankan.

Peran tersebut tercermin pada tugas-tugas utama yang dimiliki oleh bank sentral, yaitu
menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan mengawasi bank, serta menjaga kelancaran sistem pembayaran. Tugas utama tersebut tidak selalu sama antara satu bank sentral dengan bank sentral lainnya.


Produk Bank 

Mari kita lihat apa saja produk perbankan Bank umum dan BPR.

Simpanan
Bank melakukan pengumpulan dana masyarakat melalui berbagai macam produk simpanan yang dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

1. Tabungan

Tabungan adalah produk simpanan yang paling dikenal dari bank. Nasabah menempatkan uangnya di tabungan dan untuk itu akan menerima imbalan bunga.

Uang di tabungan bisa diambil setiap saat baik secara tunai, transfer atau untuk melakukan berbagai macam pembayaran.

Tabungan dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jika bank mengalami masalah, uang di tabungan akan diganti oleh LPS.

Likuiditas dan keamanan adalah faktor utama yang membuat orang mau menaruh uang di tabungan.

Kelemahan tabungan, bunganya rendah dan bank memotong biaya admin setiap bulan. Rekening tabungan yang dormant atau tidak aktif, bisa justru menimbulkan kerugian akibat potongan biaya yang lebih besar dibanding penghasilan bunga.

2. Tabungan Rencana (Berjangka)

Meskipun sangat aman dan likuid, bunga tabungan sangat kecil. Bahkan kadangkala bunga tidak cukup untuk menutupi angka inflasi.

Menghadapi itu, bank mengembangkan memperkenalkan tabungan rencana atau tabungan berjangka. Jenis tabungan dengan tingkat keamanan yang sama (dijamin LPS), tapi menawarkan bunga yang lebih tinggi dari bunga tabungan reguler.

Dalam tabungan rencana, nasabah membuat kontrak dengan bank untuk menyetor secara rutin dalam jumlah tertentu selama masa yang disepakati.

Jika dalam perjalanan masa menabung, nasabah meninggal dunia, maka bank akan melanjutkan menyetor sampai masa kontrak berakhir. Ada proteksi asuransi yang diberikan secara gratis oleh bank.

Bedanya dengan tabungan reguler adalah soal likuiditas.

Dalam tabungan rencana, nasabah tidak bisa mencairkan setiap saat, tetapi harus menyelesaikan periode rencana tabungan yang sudah ditetapkan di awal saat kontrak dengan bank.

Jika tabungan rencana di break sebelum jatuh tempo, nasabah harus membayar denda.


3. Giro

Giro adalah jenis rekening simpanan untuk kepentingan bisnis.

Pebisnis punya kebutuhan yang berbeda dengan non bisnis, makanya bank mendesain produk simpanan yang berbeda untuk bisnis.

Keunggulan giro adalah penarikan dana bisa menggunakan Cek, Bilyet Giro atau media penarikan lain yang memenuhi ketentuan yang berlaku pada Bank. Nasabah bisnis jadi bisa melakukan pembayaran dari rekening giro dengan menggunakan cek dan bilyet giro.

Cek adalah surat perintah pembayaran tanpa syarat dari Nasabah kepada bank untuk membayar sejumlah Dana dari Rekening yang bersangkutan kepada orang yang namanya tercantum dalam cek


Bilyet Giro adalah surat perintah dari Nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah Dana dari Rekening yang bersangkutan kepada rekening pihak yang namanya tercantum dalam bilyet giro.


Jadi, bedanya, kalau cek, bank akan membayar ke orang yang namanya tercantum dalam cek, sedangkan dalam bilyet giro, bank mentransfer uang ke orang yang namanya tercantum dalam bilyet giro.

Dengan sistem bunga harian yang progresif dan kompetitif, pemilik Giro memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan jasa giro yang lebih besar. Semakin besar saldo rekening, semakin tinggi jasa giro yang akan diperoleh.

4. Deposito Berjangka

Deposito adalah simpanan dengan jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga. Tersedia pilihan jangka waktu Deposito: 1 bulan; 3 bulan; 6 bulan; 12 bulan.

LPS menjamin deposito jika bank bermasalah.

Bedanya dengan tabungan, deposito menawarkan bunga lebih tinggi.

Namun, deposito tidak bisa diambil setiap saat. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo akan dikenakan denda.

Deposito bisa disimpan dalam berbagai mata uang, misalnya, : Rupiah (IDR), US Dollar (USD), Singapore Dollar(SGD), Hong Kong Dollar (HKD), Australian Dollar (AUD), Yen (JPY), Pound Sterling (GBP), Euro (EUR), dan China Yuan (CNH).

Ketika deposito jatuh tempo, bank memberikan opsi, yaitu:

Non-Automatic Roll Over (Non-ARO), Deposito berjangka yang berakhir pada akhir jangka waktu yang diperjanjikan.


Automatic Roll Over (ARO), perpanjangan Deposito secara otomatis untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan atau penegasan lebih lanjut dari deposan


Automatic Roll Over Plus (ARO Plus), Deposito berjangka secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan atau penegasan lebih lanjut dari deposan dan bunganya akan menambah nominal pada setiap kali perpanjangan.


Meskipun bunganya relatif kecil, mayoritas masyarakat menyimpan di deposito. Tingkat keamanan yang tinggi menjadi alasan utama orang memilih deposito.


Pinjaman Kredit

Kredit atau pinjaman adalah produk bank yang paling dikenal. Ada berbagai macam produk pinjaman yang dibuat bank untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat yang terus berkembang.

5. KTA

KTA Kredit Tanpa Agunan adalah jenis pinjaman bank yang populer di masyarakat.

Pinjaman KTA memiliki fitur berikut:

Tanpa jaminan
Tidak membutuhkan jaminan atau agunan dari peminjam. Bank tidak akan meminta aset sebagai jaminan

Pinjaman ditujukan untuk kebutuhan konsumtif, terserah pada peminjam untuk menggunakan uang pencairan dari KTA. Berbeda misalnya dengan KPR yang pinjaman hanya bisa dipakai untuk pembelian rumah

Dana Tunai

Pencairan dalam bentuk dana tunai ke rekening peminjam. Dicairkan secara sekaligus.

KTA biasanya diproses cepat dan relatif mudah dibandingkan jenis kredit lain di bank.

Pembayaran dilakukan secara cicilan setiap bulan selama masa kredit.

Pembayaran Dipercepat
Debitur bisa melunasi pinjaman KTA sebelum jatuh tempo, tetapi akan dikenakan fee atau denda.

Dengan karakter semacam diatas, KTA cocok untuk kebutuhan dana cepat yang dibutuhkan mendadak atau saat emergensi.

Fiturnya yang tanpa jaminan dan bisa digunakan untuk kebutuhan apa saja sangat membantu untuk mereka yang butuh dana tunai.

6. KUR


7. KPR

KPR adalah kredit untuk memiliki rumah. Jenis pinjaman yang memungkinkan orang beli rumah secara mencicil ke bank.


8. KKB

Mayoritas masyarakat menggunakan kredit KKB untuk membeli kendaraan bermotor. Angkanya berkisar di 60% sd 70% dari total penjualan motor di Indonesia.


9. Kartu Kredit
Pemegang kartu kredit bisa melakukan pembayaran dengan kartu tersebut dan melunasi tagihan di kemudian hari saat jatuh tempo.

Pada saat transaksi dilakukan, bank penerbit kartu menalangi terlebih dahulu transaksi tersebut. Bank penerbit akan menagih kepada pemegang kartu saat tagihan jatuh tempo.


Diskon Promo
Penerbit kartu kredit termasuk yang cukup royal memberikan diskon dan potongan harga buat pemegang kartu. Baik itu buy one get one, potongan 50% dan lain-lainnya.

Penerbit kartu memang harus ‘memancing’ pemegang kartu kredit menggunakan kartunya karena kalau tidak, tidak ada keuntungan yang bisa diraih dari bisnis ini.


10. Kredit Modal Usaha Kerja
Dalam melakukan usaha, pebisnis membutuhkan kredit untuk membiayai jalannya usaha.

Banyak cara meminjam di perbankan namun saat ini sekelumit tentang jenis Bank berdasarkan fungsinya.

Gunakan Bank untuk menyimpan uang sebagai simpanan pribadi juga usaha Anda bukan sebaliknya karena bagi muslim bunga Bank itu masih dianggap RIBA . Atau mamfaatkan Bank Syariah .

Mungkin ada pembiayaan yang berdasarkan syariat. Sebaik-baiknya manusia tidak mendekati yang RIBA dan tak meninggalkan hutang .

Semoga bermamfaat


Nara sumber ; BI OJK

Post a Comment for "Cara mengetahui Jenis Bank berdasarkan fungsinya"

Berlangganan via Email